Kenapa Generasi ke Generasi?

Generasi ke Generasi terlahir karena keadaan dunia yang memprihatinkan. Para pengungsi yang tertinggalkan, lingkungan hidup yang tercemar, para tunawisma yang tersebar di semua benua, seorang ayah yang kehilangan pekerjaan, kemiskinan dan kebodohan, akses pendidikan yang sulit dan kualitasnya, ketimpangan kesejahteraan hidup, menjadi tantangan kita semua khususnya yang bagi kita yang peduli.

Perkembangan dunia semakin meruncing ibarat piramida yang tidak melihat betapa lebar garis bawahnya. Kompetisi terlalu mengasyikkan hingga para pemenang di depan lupa berapa sesama manusia yang tertinggal di belakang. Berhenti di sini. Sadarkah manusia telah dibawa ke iklim seperti ini? Bagaimana dengan mereka yang tertinggal? Bukankah mereka juga sesama kita? Bukankah kita hidup untuk kebahagiaan di mana tidak mungkin kita dapat berbahagia dengan segala kelebihan kita sembari melihat tetangga kita yang mengemis sesuap nasi dan mengharap selimut karena kedinginan?

Realita dunia yang menciptakan ‘gap’ antara yang mampu – kurang mampu – tidak mampu menginspirasi kita untuk menggarisbawahi nilai berbagi tersebut tidak hanya untuk satu generasi kita namun bagi generasi selanjutnya. Kita ada bagi mereka yang membutuhkan. Dimulai dengan yang paling kecil, kita dapat berusaha mewujudkannya. Setiap orang sangat bernilai untuk membawa pesan yang baik bagi sesama, terlebih untuk membantu sesama dalam bentuk apa pun. Kita berusaha hadir untuk menyambung rantai tersebut.

Nilai-nilai kehidupan yang kami anggap penting ini sudah seharusnya menjadi warisan kehidupan dari abad-ke abad, menjadi salah satu alasan mengapa kita hidup. Semangat berbagi tercipta karena hati yang lembut dan didikan, oleh karenanya kita menggunakan pendidikan, pengertian, dan nilai-nilai luhur untuk menjalankan misi kami. Sudah selayaknya manusia sadar. Sudah selayaknyalah manusia berpikir kembali untuk kebahagiaan bersama.

Kami percaya bahwa manusia sudah selayaknya saling berbagi satu sama lain. Memang disadari bahwa kita tidak mungkin membagikan semua yang kita miliki kepada orang lain secara merata – namun, setidaknya manusia memiliki semangat untuk membagikan apa yang fundamental bagi kehidupan. Kita tidak boleh membiarkan mereka dalam kelaparan dan kehausan. Kebutuhan-kebutuhan hidup yang vital sudah selayaknya dapat dipenuhi semua manusia dalam kehidupan ini. Sesuai kodratnya, manusia sudah sepantasnya saling berbagi nilai-nilai kehidupan yang luhur bagi sesama manusia. Kita yang hidup generasi ini tidak pernah terlepas dari generasi sebelumnya dan tidak akan melepaskan diri generasi selanjutnya, dari Generasi ke Generasi.

Nilai kita:

  • Semangat Berbagi
  • Kemampuan dan Kemauan
  • Swasembada dan Berkelanjutan